Posted by : Rezha Velly Akbar Kamis, 03 Juli 2014
Tag :, Tag :, Tag :, Tag :

Empat wakil Asia berguguran di Piala Dunia. Bahkan seluruh wakil Asia itu gagal meraih kemenangan saat bertarung di fase grup.
Australia yang tergabung di Grup B, gagal bersaing dengan Belanda, Chile, dan Spanyol. Bahkan Tim Cahill dan kawan-kawan tak pernah memenangi pertandingan dari tiga laga di fase grup.
Sementara, Jepang, Iran, dan Korea Selatan masih meraih poin saat bertarung di grupnya masing-masing. Namun, ketiganya kompak sama-sama meraih satu poin alias mengalami dua kali kalah dan sekali imbang.

ESPN merinci kenapa tim-tim Asia berguguran di Brasil, ini ulasannya:

1. Kurangnya Kepemimpinan
Menurut Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo timnya kehilangan figur pemimpin mereka yang dianggap bisa mengatur tim. Korsel kehilangan Park Ji-sung, yang memutuskan pensiun karena masalah lutut yang dialaminya. Sementara Jepang juga tidak memiliki pemain yang bisa bertanggung jawab di lapangan untuk mengubah tim.

2. Politik

Masalah politik menjadi ganjalan untuk Iran. Dimana Federasi Sepakbola Iran tidak begitu konstan mengurus tim sepakbolanya.

Tapi lewat dukungan masyarakat dan fans bisa membuat Iran bersaing lebih konsisten.

3. Grup Yang Sulit
Keempat wakil Asia masing-masing mendapat grup yang sulit. Mereka kesulitan menghadapi tim-tim raksasa dunia di grupnya masing-masing.

4. Kurangnya Pencetak Gol Handal

Dari 4 negara wakil asia, hanya Tim Cahill (Australia) yang menunjukan kualitasnya. Tak satu pun dari Yuya Osako, Yoichiro Kakitani, Park Chu-young atau KimShin-wook mencetak gol.

5. Kiper Kondisi Buruk

Dari tahun ke tahun ada beberapa kiper asal Asia yang menunjukan penampilan terbaik. 

Tapi tidak pada tahun ini. Dari keempat wakil Asia, kiper Iran yang lumayan bermain baik dengan sedikit kebobolan.

6. Perkembangan Asia

Asia mulai berkembang beberapa dekade dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia. Pada kualifikasi Korea Selatan bermain buruk sehingga membuat mereka tersingkir lebih dulu. 

Jepang pun tersisih setelahnya.

7. Kurang Beruntung

Keberuntungan bisa membuat perbedaan yang besar. Seperti Iran harusnya mendapatkan penalti ketika melawan Argentina dan Korea Selatan yang diimbangi Rusia ketika pemain Rusia tidak dianggap offside. Sehingga kedua tim wakil Asia itu gagal meraih kemenangan.

8. Kurangnya Mentalitas

Di luar penampilan timnas Korsel yang mendunia sejak belasan tahun silam, negara-negara Asia tidak memiliki pengalaman sukses di tingkat dunia. Sejumlah pemain Asia telah tampil di liga top Eropa, tetapi ini tidak mempengaruhi mental pemain lain di pelosok Asia.

9Pemain Bintang Tidak Bersinar

Menurut Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo timnya kehilangan figur pemimpin mereka yang dianggap bisa mengatur tim. Korsel kehilangan Park Ji-sung, yang memutuskan pensiun karena masalah lutut yang dialaminya. Sementara Jepang juga tidak memiliki pemain yang bisa bertanggung jawab di lapangan untuk mengubah tim.
10. Salah Pelatihan


Persiapan selama 4 tahun yang dilakukan Alberto Zaccheroni dalam membangun skuat Jepang ternyata tidak memberi pengaruh positif. Mereka hanya bermain pasif saat melawan Pantai Gading, dan mencoba bermain menyerang lawan Yunani. 
Pelatih Korsel Hong Myung-bo tidak punya pengalaman dengan permainan bertahan timnya, dan mereka hanya mengandalkan striker Park Chu-young.

Source : Sumber

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Jam

Popular Post

Label

Fakta (11) Fenomena (7) Sejarah (4) News (3) Download (2) Game Flash (2) Mitos (2) Visual Basic (2) Kaskus (1) Kuliner (1) Makanan (1) Minumunan (1) Ramadhan (1) Serba 13 (1) Support (1)

- Copyright © 2013 Share dan Berbagi -Sao v2- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -